Hujan lebat di area lereng Gunung Slamet bagian selatan, menyebabkan empat sungai di Banyumas meluap pada Minggu (15/10) malam. Luapan sungai Prukut, Logawa, Pelus dan Mengaji menimbulkan banjir, baik di wilayah perkotaan Banyumas yakni di Purwokerto sampai desa seperti di Cilongok.

Pemantauan Taruna Siaga Bencana (Tagana) Banyumas sampai Minggu (15/10) pukul 1.30 WIB dini hari, akibat meluapnya sungai Banjaran yang melewati Kelurahan Bobosan dan Kelurahan Kober dilaporkan tujuh rumah warga terdampak banjir.

Sedangkan, akibat luapan sungai Pelus tebing belakang rumah longsor di wilayah Kelurahan Mersi RT 01 RW 06 Kecamatan Purwokerto Timur dan 3 kamar kos bagian belakang di desa Dukuhwaluh RT 03 RW 02 Kecamatan Kembaran tergerus banjir.

Sementara, di sungai Logawa dilaporkan 3 unit sepeda motor hanyut, 1 unit mobil L300, 1 unit dumtruk dan 1 unit sepeda motor masih tersangkut di bebatuan.

Wilayah pedesaan, jembatan penghubung antara Dusun Karanggondang menuju ke Desa Sambirata Kecamatan Cilongok terputus. Akibat meluapnya Sungai Prukut sehingga akses masyarakat yang akan ke pusat desa Sambirata dan sekitarnya menjadi terganggu.

Koordinator Tagana Kabupaten Banyumas, Adi Candra menjelaskan banjir di Aliran Sungai Logawa, Sungai Banjaran, Sungai Prukut dan Sungai Pelus Kabupaten Banyumas terjadi pada Minggu (15/10) sekitar pukul 17.30 WIB sampai 19.00 WIB. Sungai-sungai tersebut meluap disebabkan hujan lebat di area lereng Gunung Slamet bagian selatan. Ia mengatakan banjir ini terjadi di wilayah perkotaan seperti di kelurahan Kober sampai di pedesaan seperti Cilongok.

“Sebelumnya tidak pernah terjadi banjir seperti ini di wilayah Banyumas. Masyarakat yang tinggal di sepanjang Bantaran sungai sudah kami minta meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan adanya potensi banjir susulan. Banjir terjadi karena hujan deras dibagian Hulu Sungai, padahal Kota Purwokerto sehari tadi sampai sore tidak turun hujan,” kata Adi pada merdeka.com, Senin (16/10).

Adi merinci, hasil pantauan di TKP Air sungai banjaran mulai naik dengan ketinggian kurang lebih 5 meter dan masuk ke rumah warga di Wilayah RW 2, 5, 8 Kelurahan Kedungwuluh pinggir sungai Banjaran pukul 17.00 dan mulai surut pukul 19.00.

Menurut dia, di Sungai Logawa kejadian banjir pada Minggu (15/10) pukul 17.30 WIB di Desa Baseh. Kronologi kejadian pada saat warga sedang melaksanakan aktivitas penambang batu, pasir dan ada mencari rumput untuk ternak di pinggir sungai Logawa tiba-tiba datang banjir besar yang mengakibatkan warga tidak bisa menyelamatkan peralatannya. Dilaporkan 3 unit sepada motor hanyut, 1 unit mobil L300, 1 unit dumtruk dan 1 unit sepeda motor masih tersangkut di bebatuan.

“Penanganan direncanakan besok karena kondisi tidak memungkinkan semalam,” katanya.

Di sungai Prukut wilayah kecamatan Cilongok, banjir menyebabkan jembatan penghubung antara Dusun Karanggondang menuju ke Desa Sambirata terputus. Akses masyarakat yang akan ke pusat desa Sambirata dan sekitarnya menjadi terganggu.

“Kami dan BPBD, RAPI Rescue, Pramuka Peduli Kwarcab Banyumas, PMI Kabupaten Banyumas, Serayu Rescue, Cilacap Rescue, DPU Kab Banyumas, Linmas Inti, Koramil dan Polsek wilayah masing-masing melakukan Asessment, Pendataan dan penanganan Darurat,” imbuhnya.

Adi juga meluruskan informasi bahwa berita adanya banjir bandang Sungai Logawa sampai 10 meter tidak benar. Jembatan Sungai Banjaran Sebelah Barat KODIM 0701/BMS yang dilaporkan retak juga tidak benar. Pantauan merdeka,com, sampai saat ini hujan deras masih turun di sejumlah wilayah Banyumas terutama di Wangon wilayah Banyumas bagian barat.

 

Sumber : merdeka.com